MENEROPONG MUTU PTS DI YOGYAKARTA

Ki Supriyoko

Abstract


Mengurus perguruan tinggi negeri, PTN, itu memang bukan pekerjaan yang gampang,  penuh romantika akademik yang cukup rumit; meskipun demikian lebih rumit mengurus perguruan tinggi swasta, PTS, karena di samping romantika akademiknya sendiri sudah rumit maka seringkali harus dihadapkan pada romantika nonakademik yang tidak kalah rumitnya.

       Hipotesis tersebut di atas memang masih perlu dikaji secara mendalam lagi tentang  kebenaran empiriknya; akan tetapi sampai sekarang ini hampir tidak pernah ada pakar pendidikan  yang berani "mengcounternya", termasuk para pengelola PTN dan PTS itu sendiri.

       Oleh karena rumitnya mengurus lembaga pendidikan tinggi "nonpemerintah" tersebut,  maka banyak cara yang ditempuh oleh para yang berkepentingan (dari tingkat lem baga, yayasan, Kopertis  sampai pengambil kebijakan pada Depdikbud) untuk "menyiasati" hal itu.

       Apa yang dilakukan oleh Kopertis Wilayah V dengan "mengancam" beberapa PTS di wilayahnya yang tidak mengalami kemajuan akademik yang berarti (baca: KR, 4/4/1989) kiranya juga merupakan bagian dari cara atau upaya untuk memajukan PTS.  Meskipun suatu ketika pihaknya terpaksa  harus menutup PTS yang sulit berkembang namun saya melihat "ancaman" Kopertis tersebut dari dimensi positif.

Full Text:

PDF
Amikom Web Archives