Tidak Menyalahkan Siapapun

Mohammad Suyanto

Abstract


Banyak orang, ketika mengalami kegagalan dalam membuka dan menjalankan usahanya, ada kecenderungan menyalahkan lingkungannya, baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Menyalahkan lingkungan merupakan cara yang paling mudah dalam menghadapi kegagalan. Jarang seseorang ketika mengalami kegagalan, bertanggungjawab bahwa dirinya yang menyebabkan kegagalan. Menyalahkan lingkungan internal dapat menyalahkan bawahannya, dapat pula menyalahkan kawan sekerjanya, bahkan kadangkala berani menyalahkan atasannya. Menimpakan kesalahan pada lingkungan internal merupakan hal yang sangat biasa. Bila mempunyai bawahan maka menyalahkan bawahan itulah hal yang paling mudah dan paling lazim. Seakan-akan atasan tidak pernah salah, yang salah adalah bawahan. Salah seorang atasan berkeluh kesah kepada saya: ” Pak Yanto. Semua strategi sudah saya sampaikan kepada anak buah saya agar mereka menjalankannya, tetapi mereka tidak mau menjalankannya. Ya pantas kalau penjualannya tidak sesuai target. Anak buah saya itu malas-malas. Mereka itu tidak punya inisiatif.” “Oh. Begitu ya Pak” saya mengiyakan. Setelah saya bertemu pipinannya, kemudian saya bertemu anak buahnya tanpa sepengetahuan pimpinannya. Saya bertanya kepada anak buahnya :”Mengapa Anda tidak mencapai target?”. Mereka berkata sebaliknya, yang salah adalah atasannya, bukan dirinya. Mereka berkata “Bapak pimpinan bisanya hanya perintah, tidak memberikan kesempatan kami berkreasi sehingga kita menjalan perrintahnya hanya setengah hati. Apa-apa kita selalu disalahkan, marah-marah terus.” Itulah cara atasan dan bawahan menghadapi kegagalan, yang sesungguhnya kegagalan itu hanyalah bahwa target mereka tidak sesuai dengan yang diharapkan. Akan sangat indah bila mereka tidak saling menyalahkan tetapi tidak sesuai dengan target itu sebagai informasi yang sangat berharga dan dapat dipakai sebagai umpan balik dalam rangka untuk mencapai kesuksesan di masa yang akan datang.

Full Text:

PDF