GLOBALISASI EKONOMI DAN EKONOMI SYARIAH SERTA PERANNYA DALAM EKONOMI INDONESIA

Mohammad Suyanto

Abstract


Syariah adalah pedoman yang menjadi pegangan manusia dalam menuju rahmat Allah dan mendekat kepada-Nya (Al Maraghiy, 1970:261). Menurut Imam Al-Ghazali, tujuan utama syariah adalah mendorong kesejahteraan manusia, untuk menjamin perlindungan terhadap agama (diin), jiwa (nafs), akal (aql), keturunan (nasl), dan harta (maal). Maka ekonomi syariah dapat didefinisikan sebagai ekonomi yang mendorong kesejahteraan manusia, untuk menjamin perlindungan terhadap agama (diin), jiwa (nafs), akal (aql), keturunan (nasl), dan harta (maal).

Studi saya pada 2007, menunjukkan bahwa pelaksanaan prinsip syariah pada Bank Syariah di Indonesia semakin baik dan konsisten serta berkesinambungan ternyata berdampak makin tinggi profitabilitas dan makin besar solvabilitas serta makin bermanfaat bagi pengusaha kecil yang menjadi nasabah Bank Syariah tersebut. Kinerja Bank Bank Syariah semakin baik ternyata berdampak pada peningkatan pembiayaan dan peningkatan qordul hasan serta peningkatan zakat, infaq, sodaqoh dan kegiatan sosial masyarakat yang berhubungan dengan kegiatan Bank Syariah di Indonesia. Kinerja Bank Syariah semakin baik ternyata berdampak peningkatan gaji dan bonus karyawan dan peningkatan tunjangan umum karyawan serta tunjangan keagamaan karyawan. Pelaksanaan prinsip syariah pada Bank Syariah di Indonesia semakin baik dan konsisten serta berkesinambungan ternyata berdampak makin tinggi kinerja Bank Syariah tersebut. Selanjutnya semakin tinggi kinerja Bank Syariah akan memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan karyawan Bank Syariah. Hal ini diperkuat dengan hasil uji kuantitatif dengan menggunakan perangkat analisis Structural Equation Modeling (SEM) bahwa pelaksanaan prinsip syariah dengan variabel intervening kinerja berpengaruh secara positif signifikan terhadap kesejahteraan karyawan dengan koefisien jalur pengaruh tidak langsung adalah 0,85 (lebih besar dari 0,08) yang berarti bahwa semakin tinggi pelaksanaan prinsip syariah dengan intervening kinerja akan meningkatkan kesejahteraan karyawan pada Bank Syariah di Indonesia, diartikan bahwa pelaksanaan prinsip syariah yang semakin baik (kaffah) akan meningkatkan kinerja bank syariah dan selanjutnya akan meningkatkan kesejahteraan karyawan Bank Syariah, demikian pula sebaliknya. Pelaksanaan prinsip syariah pada Bank Syariah di Indonesia semakin baik dan konsisten serta berkesinambungan ternyata berdampak makin tinggi kinerja Bank Syariah tersebut. Selanjutnya semakin tinggi kinerja Bank Syariah akan memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berhubungan dengan Bank Syariah. Maka pelaksanaan prinsip syariah berpengaruh secara positif signifikan terhadap kinerja bank, tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kesejahteraan karyawan dan tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat yang berhubungan dengan kegiatan Bank Syariah di Indonesia, tetapi pelaksanaan prinsip syariah dengan variabel intervening kinerja bank berpengaruh secara positif signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat yang berhubungan dengan kegiatan Bank Syariah dan kesejahteraan karyawan Bank Syariah di Indonesia. Kinerja bank berpengaruh langsung secara positif signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat yang berhubungan dengan kegiatan Bank Syariah di Indonesia dan terhadap kesejahteraan karyawan Bank Syariah di Indonesia serta firman Allah Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba berlaku pada Bank Syariah di Indonesia.

Konsep nilai guna berupa uang secara perlahan-lahan kita geser menjadi konsep maslahah, konsep yang mendorong kesejahteraan manusia, untuk menjamin perlindungan terhadap agama (diin), jiwa (nafs), akal (aql), keturunan (nasl), dan harta (maal) serta keadilah,kesejahteraan kasih saya dan kebijaksanaan dunia dan akhirat. Konsep harta (uang) yang merupakan milik individu yang bersifat mutlak menjadi harta adalah amanah Tuhan yang bermanfaat untuk sesama. Persaingan yang saling membunuh kita geser menjadi kerjasama yang saling menolong. Prinsip syariah terbukti secara operasional dapat meningkatkan kinerja institusi syariah.

Dengan telah diberlakukannya Undang-Undang No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yang terbit tanggal 16 Juli 2008, maka pengembangan industri perbankan syariah nasional semakin memiliki landasan hukum yang memadai dan akan mendorong pertumbuhannya secara lebih cepat lagi. Dengan progres perkembangannya yang impresif, yang mencapai rata-rata pertumbuhan aset lebih dari 65% pertahun dalam lima tahun terakhir, maka diharapkan peran industri perbankan syariah dalam mendukung perekonomian nasional akan semakin signifikan (Bank Indonesia, 2008) Akhirnya kita akan bergeser dari globalisasi ekonomi menuju demokratisasi ekonomi dan selanjutnya menuju pada kebajikan ekonomi.

Pendahuluan PDF